Orang muda adalah mereka yang akan mewarnai dunia di masa mendatang. Gereja sangat mengerti hal itu, dan gereja menyadari bahwa tantangan zaman bagi orang muda di seluruh dunia jaman ini bukanlah bertamabah ringan , namun justru orang – orang muda zaman ini sangat rentan terhadap serbuan arus globalisasi yang akan menggerus sendi – sendi Kekristentan. Oleh karena itu, gereja sangat menghargai kaum muda yang sampai saat ini masih setia dengan nilai – nilai luhur Kristen di tengan gerusan arus – arus dunia yang begitu deras. Sebuah event multinasional akan di gelar di Sydney dari tanggal 15 – 20 Juli 2008 bagi orang – orang muda di seantero dunia. Acara yang akan dihadiri oleh Bapa Suci Paus Benediktus XVI itu merupakan ajakan, peneguhan, serta penghargaan bagi orang – orang muda di seluruh dunia untuk terus setia mengikuti Jalan Kristus. Yang ingin mengetahui secara lengkap tentang acara tersebut klik aja di www.wyd2008.org . Berikut adalah Pesan Bapa Suci Benediktus XVI bagi orang – orang muda di seluruh dunia.
Posts Tagged ‘Spirituality’
World Youth Day 2008 (Hari Orang Muda Sedunia 2008)
May 20, 2008Finding God in all things
April 21, 2008
Banyak hal yang terjadi dalam hidup, ada kejadian kehidupan yang besar dan menetukan, namun tidak jarang ada juga sisi yang kecil dan terasa tak berarti. Kejadian kehidupan itu datang dan pergi silih berganti mewarnai hidup ini sehingga menjadi dinamis bahkan kadang tidak stabil. Namun, ternyata, dengan refleksi dan keterbukaan hati, satu persatu kejadian dalam hidup ini ternyata punya arti. Bahkan kadang – kadang dengan permenungan yang mendalam, kita bisa menemukan Tuhan dalam berbagai kejadian kehidupan kita. Hal ini, secara tidak sengaja, saya temukan dalam perjalanan hidup saya.
Ketika beberapa hari yang lalu saya mendapat tawaran pekerjaan yang sebetulnya bukan kewajiban utama saya, dua arus besar seperti mewarnai batin saya. Tawaran pekerjaan itu, apabila saya menjawab sanggup, maka konsekuensi yang akan terjadi sangat jelas, yaitu bertambahnya pekerjaan secara luar biasa, tanpa imbalan yang cukup berarti. Namun, di sisi lain, jika saya menyatakan sanggup, kemungkinan besar hal itu akan bisa membawa dampak yang cukup positif bagi orang – orang di sekitar saya. Saat itu, saya tidak tahu pasti apa yang mendorong saya menyatakan sanggup, namun saat ini, saya memaknai hal itu sebagai kehendak Tuhan sendiri, disinilah saya menemukan Tuhan.
Visualisasi Penyaliban Yesus St. Theresia Bongsari
March 23, 2008
Janji para Nabi …sudah kugenapi…..Sekarang…kedalam tangan..Mu….Kuserahkan ….nyawaKu……..”Sesudah berucap seperti itupun Yesus kemudian menghembuskan nyawaNya. Sesaat setelah itu kemudian terdengar guncangan hebat yang membuat prajurit – prajurit serta semua orang yang berada disitu termasuk Yohanes, Maria serta beberapa wanita yang bersama dia oleng ke kiri dan ke kanan. Rupanya dunia turut berkabung atas meninggalnya Sang Juru selamat. Maria Magdalena yang terlihat tidak bisa menerima kematian Yesus yang seperti itu kemudian merintih dan berteriak penuh kepedihan mengapa sang Kristus harus meninggal dengan cara demikian. Itulah sebenarnya pertanyaan inti yang ingin dijawab panitia visualisasi mewakili seluruh umat manusia di seluruh alam raya yang ingin bertanya : Mengapa harus mati?
St. Fransiskus Xaverius : Sang Bapa Spiritual
March 6, 2008
Sekitar 15 tahun yang lalu aku secara resmi menjadi seorang Katolik dengan sebuah upacara pembaptisan sederhana. Tentu saja sebelum dibaptis, aku ditawari mau memilih siapa sebagai nama pelindungku. Saat itu sebagai seorang anak yang masih ingusan, nama pelindung tidak terlalu menjadi sebuah masalah yang berarti. Namun seiring waktu berlalu, aku menjadi semakin sadar tentang betapa pentingnya mempunyai sebuah nama pelindung yang sesuai dengan spiritualitasku. Aku percaya hanya karena kehendak Tuhanlah dulu aku memilih nama St. Fransiskus Xaverius. Walaupun aku tidak terlalu mempunyai alasan yang baik saat dulu memilih nama tersebut, namun aku sadar sekarang bahwa nama itu telah ditentukan menjadi pelindung, serta pembimbing spiritualitasku.
“Apalah gunanya kalau seorang manusia mendapatkan seluruh dunia namun kehilangan nyawanya?” Itulah kata – kata yang membuat Fransiskus Xaverius berubah. Kata – kata itu adalah kata – kata St. Ign. Loyola yang mengubah hati serta seluruh kehidupan Fransiskus Xaverius selanjutnya.
Adakah ampun
December 18, 2007Aku tahu…
KhianatiMu
di Setiap liku
dan tarikkan nafasku
Aku tak sangkal
Setiap jengkal
Adalah bebal
Tanpa sesal
Aku hidup di dalam lumpur
perlahan jiwaku hancur
TInggal air mata terus tercucur
Terbawa arus
Hidupku tergerus
Nafsu yang terus
Menembus
Adakah ampun
wahai dagingku
tunduklah pada rohku
biarkan cintaku
terbang padaMu
tuk bersujud
demi jiwa
penuh dosa
Semarang, November 2007