Gereja Santo Pius X Karanganyar dan Sejarahnya

Gereja yang sekarang berdiri dengan megah di Desa Karanganyar Wilayah Kecamatan Tuntang Kab. Semarang ini mempunyai sejarah yang cukup panjang. Saya tidak tahu tepatnya kapan gereja ini mulai berdiri, namun yang jelas, ketika saya lahir (1981) sudah ada gereja yang walaupun kecil namun cukup untuk beribadat umat di Wilayah Karanglo dan Karanganyar. Tentunya sejarah perkembangan umat Katolik di gereja ini sudah dumulai jauh sebelum saya lahir. Karena dirasa sudah tidak memenuhi kebutuhan umat, maka umat membangun gereja baru yang letaknya di sebelah timur gereja yang lama. Sampai sekarang, gereja yang lamapun masih berdiri sebagai gedung pertemuan.

Pada tahun 2002, pembangunan gereja yang baru inipun selesai dan pada bulan Agustus tahun yang sama Uskup Agung Semarang Mgr. Ign. Suharyo memberkati gereja ini. Sebelumnya, Gereja Karanganyar ini berada di satu Paroki dengan Gereja Santo Paulus Miki Salatiga, namun pada sekitar tahun 2006 (kalau tidak salah) Uskup, atas permintaan umat, mendeklarasikan wilayah di Karanglo dan Karanganyar sebagai sebuah paroki administratif, yang bernama Paroki Administratif St. Ludovicus Karanganyar.

Ketika membuka – buka file lama di alamari ketemu juga sebuah buku yang sebenarnya adalah panduan Misa dalam rangka peresmian Gereja St. Pius X Karanganyar tahun 2002 yang silam, namun di dalamnya ada sejarah singkat tentang perkembangan Gereja Katolik di Wilayah Santo Pius X Karanganyar ini. Simak aja dech, menakjubkan melihat karya Tuhan tumbuh dan menjadi semakin besar di desa Karanganyar.

1. 1935 – 1938

Di desa Karanganyar dan di desa Njlumpang Kec. Bringin telah berkembang agama Katolik yang dibimbing oleh Romo JJ ten Terge S.j dan dibantu oleh seorang Katekis yakni Bapak Purwoatmodjo. Tempat kegiatan ini di rumah Bp. P. Mardjuki, dusun Ngagrong Desa Karanganyar yang diikuti oelh 32 orang dalam 10 Keluaraga.

2. 1938 – 1945

Pada tahun 1939 Yayasan Papa Miskin di Bedono membeli sebidang tanah beserta rumahnya di desa Karanganyar maupun di desa Njlumpang. Sejak saat itu kegiatan – kegiatan keagamaan diadakan di tempat tersebut. Di rumah itu juga dibuka Sekolah Rakyat Kanisius yang diajar oleh guru – guru yayasan dan juga guru – guru subsidi. Sekolah ini bertahan sampai tahun ajaran 1957 / 1958. Akhirnya sekolah ini dilimpahkan ke SR negeri sampai saat ini. Pada saat itu misa Kudus diadakan sebulan sekali oleh Romo dari Ambarawa, sedangkan pelajaran agama setiap minggu oleh guru agama dari Sekolah Kanisius tadi.

3. 1945 – 1965

Mulai than 1946 sampai saat ini, Umat di wilayah Santo Pius X Karanganyar ini diasuh oleh Romo Paroki dari Salatiga. Misa kudus diadakan sebulan sekali sedangkan pelajaran agama diadakan seminggu sekali, dan sebagai pengasuhnya adalah Bp. S. Darmoatmojo dan YW. Mardi Sudarmo di lingkungan Karanganyar dan Bp. FX Soedjarwo di desa lain.

4. 1965 – 1972

Pada tahun 1966 dibentuklah sebuah organisasi yang bertugas mengurus perkembangan gereja yang disebut dewan stasi, dengan nama pelindung Santo Pius X. Dewan Stasi ini bekerja dibawah bimbingan dewan paroki Salatiga. Dalam periode inilah Pengurus Dewan Stasi berhasil membangun sebuah kapel yang sampai saat ini masih dimanfaatkan sebagai tempat kegiatana upacara keagamaan. Sejak saat itu sampai sekarang Kapel tersebut telah mengalami renovasi sebanyak 3 kali. Pada saat itu Kapel tersebut difungsikan untuk berbagai macam kegiatan antara lain ruang pertemuan, pelajaran agama, sekolah minggu, dan lain sebagainya. Pada saat itu Ekaristi masih diselenggarakan sebulan sekali oleh Romo Paroki dari Salatiga. Selain itu juga ada Ibadat sabda yang diadakan di masing – masing blok / lingkungan. Pelajaran agama dilaksanakan seminggu sekali di lingkungan masing – masing. Pada saat itu, tercatat delapan lingkungan sebagai berikut.

  1. Lingkungan Karanganyar, dengan pengemban sabda Bp, Sumantono

  2. Lingkungan Lendoh, dengan pengemban sabda Bp. HY Semi Widodo.

  3. Lingkungan Demungan, dengan pengemban sabda St. Marto Suwignyo

  4. Lingkungan Tlogo dengan pengemban sabda A ,Kamdi Wahyono.

  5. Lingkungan Banyuurip dengan pengemban sabda Al. Sadiyanto

  6. Lingkungan Tlompakan dengan pengemban sabda X. Soedjarwa

  7. Lingkungan Sombron dengan pengemban sabda Ig .Sugiman

  8. Lingkungan Karanglo dengan pengemban sabda FX. Soedjarwo.

5. 1972 – 1991.

Pada tahun 1972 didirikan sebuah gereja baru di dusun Karanglo desa Bringin dengan pelindung St. Ludovicus. Oleh karena itu, perayaan Ekaristi diatur dengan jadwal sebagai berikut :

  1. Minggu ke 1 dan ke 3 di Gereja Karanganyar

  2. Minggu ke 2 dan ke 4 di Gereja Karanglo.

Bila dalam satu bulan ada minggu kelima, maka diselenggarakan ibadat sabda oleh prodiakon. Di stasi St. Pius X ada tiga Prodiakon yakni Bp. CB Moegiyono, YRY. Joko Proyono dan YW Mardi Sudarmo.

6. Tahun 1992 – 1997

Pada tahun 1992 jumlah umat sudah lebih dari 1000 orang. Oleh sebab itu diadakan pemekaran stasi dengan stasi yang baru yaitu Stasi St. Ludovicus Karanglo. Stasi ini membawahi lima kring yaitu :

  1. Kring Karanglo

  2. Kring Getas

  3. Kring Sendang

  4. Kring Sombron

  5. Kring Banyu Urip.

6. 1997 – 2002

Pada akhir Desember 1999, Ketua Dewan stasi berganti dari Bp. YRY Joko Priyono kepada Bp. HY Semi Widodo. Di Stasi Kranganyar sendiri pada tahun 2002 itu tercatat ada 600 warga Katolik yang berada dalam 192 KK. Stasi ini membawahi 5 lingkungan yaitu :

  1. Lingk. Angelus Karanganyar, 148 orang warga Katolik dengan Ketua lingkugan saat itu Bp. Tri Budi Setyono.

  2. Lingkungan Mikael Demungan, 119 orang warga Katolik dengan Ketua lingkungan Bp. Puji Slamet.

  3. Lingkungan Theresia Lendoh, 135 orang warga Ktolik, dengan ketua lingkungan Bp. Bambang Hari Wahyudi.

  4. Lingkungan Petrus Ngagrong, 130 orang warga Katolik dengan ketua lingkungan Bp. Juriyanto.

  5. Gentan, Plakaran, Bendosar, 25 orang warga Katolik.

  6. Lingkungan Gisela Tlogo, 43 orang warga Katolik dengan ketua Lingkungan Bp. RC Hermanto.

Demikian catatan kecil tentang Sejarah Gereja St. Pius X Karanganyar. Selama pertumbuhan, gereja ini telah mengalami berbagai tantangan dan gelombang. Namun berkat rahmat Tuhan sendiri gereja ini dapat terus berdiri menebarkan benih Kekristenan dan menjadi saksi Kristus bagi warga di Desa Karanganyar ini.

Yang harapanya akan segera diposting disini nanti adalah sejarah, dan liku – liku, Mudika di Gereja St. Pius X karanganyar dari generasi ke generasi. Harapannya nanti, temen – temen mudika yang sekarang sudah tersebar di seantero nusantara dapat mengingat – ingat lagi berbagai kenaganan indah ketika dengan jatuh bangun mencoba menggerakkan Mudika di Gereja Karanganyar ini. Semoga penulis punya cukup waktu ya untuk merangkum itu semua dan kalau ada kebetulan teman – teman Mudika ada yang membaca postingan ini ayo kita buat bareng – bareng blog buat Mudika, khan keren…….! Berkah Dalem!

Tags:

9 Responses to “Gereja Santo Pius X Karanganyar dan Sejarahnya”

  1. Christianto Says:

    Saya mengajak Mudika Karanganyar untuk ikutan partisipasi di Forum Katolik WebGaul.

    Ayo ajak semua rekan2 mu ikutan.
    Saya dari Paroki di Solo.
    Christianto.
    Moderator Forum Katolik WebGaul
    http://forum.wgaul.com/forumdisplay.php?f=93

  2. Sajna Says:

    Kasinggihan mas, ini saya ajak teman – teman ikutan! Moga jadi jembatan yang akan saling menghubungkan kita satu sama lain. Berkah dalem

  3. RADEN GAJAH SENO Says:

    Saya senang menemukan website ini.
    Ketika gereja st Pius sedang dibangun, saya sering datang mengunjungi ayah yang sedang mengerjakan beberapa pekerjaaan pembangunannya. Pada saat itu juga adik saya yg paling bungsu lahir, dan oleh ayah saya diberi nama PIUS-X HERDOSO KRISNA MURTI. Saya selalu ingat dan terkenang gereja St PIUS ini.
    Kalau saya sedang berlibur ke Tawang Mangu, pulangnya saya sering mampir atau hanya memandangi gereja saja.
    Wah…sekarang sudah berkembang ya…
    syukur, puji Tuhan.
    (Raden Gajah Seno – JKT)

  4. Raymond Says:

    Saya dari UKM Kerohanian Katholik Universitas Surabaya (UBAYA).
    Yang rencananya ingin mengadakan ziarah rohani di sekitar Yogya.
    Saya mau tanya, apakah punya referensi untuk rumah retreat di sekitar Yogya.
    Terima kasih, Tuhan memberkati.

  5. lombokijo Says:

    Namanya kok sama dengan yang di kabupaten Karanganyar, yang bener mana?

    Jadi bingung karena saya bekas mudika disana….

    tapi kok sejarah dan gerejanya beda….??????

  6. Sajna Says:

    Berkah Dalem Mas Lombo Ijo…..

    Maaf, pasti yang anda maksud berbeda dengan gereja ini. Gereja ini terletak di Kabupaten Semarang, bukan Karanganyar, hanya saja, nama Desanya Karanganyar. Saya juga sempat bertanya – tanya sama – sama terletak di Karanganyar dan sama sama mempunyai pelindung Santo Pius…….wah memang dahsyat Karya Tuhan……..

  7. Mau tanya nieh Says:

    mau Nanya Nieh
    Ada yang namanya Petrus Anung Putranto gak ya…?
    dulu sahabat ku di MM UGM
    salam

    Little_nice@yahoo.com

  8. Adita Says:

    Maz ni gw adìt ngagrong wah gmn yah kbr mudika sana.dah lama gk nimbrung gw rindu bgt dng playanan yg da dsna dahsyat pokoke.wat tmn2 mudika yg laen klo mo tau pelayanan yg luar biasa ya dì st.pius x kr.anyar
    GBU.

  9. Sajna Says:

    WAh!!!!! Sori Dit, baru sempet buka sekarang!!!! KAbarnya temen – temen masih baik baik saja. Semoga Adit selalu diberkati!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: