Visualisasi Penyaliban Yesus St. Theresia Bongsari

Janji para Nabi …sudah kugenapi…..Sekarang…kedalam tangan..Mu….Kuserahkan ….nyawaKu……..”Sesudah berucap seperti itupun Yesus kemudian menghembuskan nyawaNya. Sesaat setelah itu kemudian terdengar guncangan hebat yang membuat prajurit – prajurit serta semua orang yang berada disitu termasuk Yohanes, Maria serta beberapa wanita yang bersama dia oleng ke kiri dan ke kanan. Rupanya dunia turut berkabung atas meninggalnya Sang Juru selamat. Maria Magdalena yang terlihat tidak bisa menerima kematian Yesus yang seperti itu kemudian merintih dan berteriak penuh kepedihan mengapa sang Kristus harus meninggal dengan cara demikian. Itulah sebenarnya pertanyaan inti yang ingin dijawab panitia visualisasi mewakili seluruh umat manusia di seluruh alam raya yang ingin bertanya : Mengapa harus mati?

Bertempat di Bukit Graha Wahid Panjangan Paroki St. Theresia Bongsari Semarang, Umat Paroki Bongsari mengadakan sebuah Visualisasi penyaliban Yesus pada hari Jum’at Agung 21 Maret 2008 yang lalu. Seperti dikutip dari Sambutan Ketua Panitia, Bp. F. B. Dkoko Sujono, visualisasi penyaliban ini dilihat sebagai salah satu agenda dalam memenuhi arah dasar KAS 2008 yakni melibatkan anak dan remaja untuk pengembangan umat. Romo Paroki, Rm Dananng Bramasti SJ, secara lebih dalam mengungkapkan bahwa jalan salib adalah Jalan kehidupan manusia itu sendiri. Beliau mengungkapkan bahwa dengan mati di Salib Yesus telah menghancurkan belenggu dosa yang begitu kuat dan tak mampu ditanggung oleh manusia karena daging manusia telah dikuasai oleh yang jahat. Dengan kematiaNya di salib, Yesus telah membuka mata mnusia untuk belajar mencintai Tuhan seperti Tuhan telah mencintai manusia, manusia juga belajar untuk mencintai sesamaNya, serta belajar mencintai segala ciptaan Tuhan dan mengusahakan keutuhannya.Mengikuti Jalan salib tersebut, bagi saya pribadi, lebih dari mengikuti visualisasi Penyaliban biasa.

Sebagai seorang Katolik, tentu saja perjalanan penyaliban Yesus telah menjadi cerita klasik yang sudah hafal di luar kepala. Namun visualisasi tersebut mampu membuka mata saya kembali akan betapa lemahnya manusia karena daging yang telah dikuasai oleh Iblis. Roh memang Penurut tetapi Daging lemah. Hanya karena kuasa cinta yang dimiliki oleh Allah sendiri melalui PutraNya kelemahan manusia itu dihancur leburkan dengan darahNya sendiri sebagai darah Sang Penebus. Selanjutnya, tepat sekali dialog Yohanes yang dalam bagian akhir berucap “Kini siapa yang mau bertobat mengalahkan kuasa dosa daging, didalam nama Yesus bukan hanya ada pengampunan tetapi akan menerima Roh Kudus”.Terbukanya kembali kesadaran diatas salah satunya ditunjang oleh dialog – dialog yang dari awal memang ditujukan untuk menuntun para peziarah untuk mencapai “pencerahan”. Beberapa dialog adalah dialog yang memang tidak ada dalam Kisah Sengara Tuhan di empat Injil perjanjian baru. Namun keberadaan dialog – dialog tersebutlah yang membuat saya menganggap visualisasi tersebut lebih dari sebuah perjalanan penyaliban biasa. Itu adalah perjalanan spiritual.Terima kasih kepada seluruh umat Paroki Bongsari yang telah bekerja keras untuk menghadirkan sebuah acara yang tidak hanya merupakan tontonan namun sungguh merupakan tuntunan. Semoga dengan wafat serta bangkitnya Tuhan Yesus Kristus terbukalah mata semakin banyak orang untuk mencitai Tuhan, Sesama, serta seluruh ciptaan seperti Tuhan telah menunjukkan cintaNya pada kita. Amin. Berkah Dalem.

Tags:

6 Responses to “Visualisasi Penyaliban Yesus St. Theresia Bongsari”

  1. Robertus Fajar Setiawan Says:

    Profisiat buat semua panitia sekaligus pemain dalam visualisasi ini.
    Sangat menyentuh…, kebetulan saya juga pernah menjadi yesus dalam peragaan yang sama sekitar tahun 2003.
    Suksesd ya. Bagi DVD livenya donk.
    Kadier~Cah Krapyak

  2. Artihidup Says:

    Thx untuk sharingnya….

  3. Sajna Says:

    Sama – sama om arti hidup!!!!!!!

  4. fuji Says:

    immanuel..

  5. weby papua Says:

    amin.

  6. yatha zhega Says:

    puji tuhan dn percaya padaya bahwa dia mesias
    amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: